saya sudah belajar

Posted: 18 Februari 2010 in ruang katarsis

begitu memasuki mobil mewahnya,

seorang direktur bertanya pada supir pribadinya,

”bagaimana kira2 cuaca hari ini?” si supir menjawab,

”cuaca hari ini adalah cuaca yang saya sukai.”

Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya lagi,

” bagaimana kamu begitu yakin?”

Supirnya menjawab, ” begini pak, saya sudah belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan.”

“NDESO”

Posted: 17 Februari 2010 in umum

Deso (baca : ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan, udik, sock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia.

Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa, seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.

Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan atau bahkan Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara si Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana. Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik kendaraan umum, sementara yang akan di jemput, pejabat Indonesia naik mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.

Ketika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara ceremoni dari jarak yang sangat dekat, dihadiri oleh pejabat setingkat menteri, saya tertarik mengamati pada mobil yang mereka pakai Merk Holden baru yang paling murah untuk ukuran Australia. Yang menarik, para pengawalnya tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya dengan tamu-tamu, kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.

Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand. Dia seorang warga negara Malaysia keturunan cina, sudah selesai S3, sekarang lagi mengikuti program Post Doc, Dia anak seorang pengusaha yang kaya raya. Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah jadi pelayan. Dia juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan tingginya.

Satu bulan saya di jepang tidak melihat orang pakai hp komunikator, mungkin kelemahan saya mengamati. Dan setelah saya baca koran ternyata konsumen terbesar hp komunikator adalah Indonesia. Sempat berkenalan juga dengan seorang yang berada di stasiun kereta di Jepang, ternyata dia anak seorang pejabat tinggi negara, juga naik kereta. Yang tak kalah serunya saya juga jadi pengamat berbagai jenis sepatu yang dipakai masyarakat Jepang ternyata tak bermerk, wah ini yang deso siapa yaa?

Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di Jepang atau di Australia, baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah tahu pekerjaan dan jabatannya di perusahaan. Jangan-jangan orang Jepang diajak ke Pondok Indah bisa pingsan melihat rumah segitu gede dan mewahnya. Rata-rata rumah disana memiliki tinggi plafon yang bisa dijambak dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun banyak yang lesehan.

Sampai akhir hayatnya Rasulullah tidak membuat istana negara dan Benteng Pertahanan (khandaq hanyalah strategi sesaat, untuk perang ahzab saja), padahal Rasulullah sudah sangat mengenal kemawahan istana raja-raja negara sekelilingnya, karena Beliau punya pengalaman berdagang. Ternyata Beliau tidak menjadi silau terus ikut-ikutan latah ingin seperti orang-orang. Lalu dimana aktivitas kenegaraan dilakukan? Mengingat beliau sebagai kepala negara. Jawabannya ya di masjid.

Beliau punya banyak jalan yang legal untuk bisa membangun istana. Di mekkah nikah dengan janda kaya, di madinah jadi kepala negara, punya hak prerogative dalam mengatur harta rampasan perang, dan ada jatah dari Allah untuk dipergunakan sekehendak beliau, belum hadiah dari raja-raja. Tetapi mengapa beliau sering kelaparan, ganjal perut dengan batu, puasa sunnah niatnya siang hari, shalat sambil duduk menahan perih perut dan seterusnya.

Ketika Indonesia sedang terpuruk, hutang lagi numpuk, rakyat banyak yang mulai ngamuk, negara sedang kere, banyak yang antri beras, minyak tanah, minyak goreng dll. Maka harga diri kita tidak bisa diangkat dengan medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing, banyak ceremonial yang gonta-ganti baju seragam, baju dinas, merek mobil, proyek mercusuar, dll, dsb, dst

Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo utang sudah lunas, kelaparan tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagi wts, angka kriminal rendah, korupsi berkurang, punya posisi tawar terhadap kekuatan global. Maka orang Deso (alias norak) tidak mampu mengatasi krisis karena tidak bisa menjadikan krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah karena yang menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang dipakai adalah negara normal atau bahkan mengikut negara maju. Bayangkan ada daerah yang menganggarkan Sepak Bola 17 Milyar sementara anggaran kesranya 100 juta,wiiieh!

Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan dari atas sampai bawah:
-Orang bisa antri raskin sambil pegang hp
-Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok
-Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk beli tv dan kulkas
-Orang kampung mabok patungan, orang bule mabuk kelebihan uang
-Lagi mabok muntah keluar kangkung, genjer toge
-Pengemis bisa pake walkman sambil goyang kepala
-Para pengungsi bisa berjoged dalam tendanya
-Orang mo beli Gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah
-Ijzah S3 luar negeri bisa dibeli sebuah rumah petakan gang sempit di cibubur
-Kelihatannya orang sibuk ternyata masih intensive keluar masuk Mc Donald
-Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia persepakbolaan. Jadi masih sempat ngurusin kulit bulat diisi angin
-Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin hp
-62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja
-Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi di acara tembang kenangan.
-Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor
-Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan wakuncar
-Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan
-Agar kelihatan inklusif maka harus bisa menggandeng siapa saja, kalo perlu jin tomang bisa digandeng

Yang lebih mengerikan adalah supaya kita tidak terlihat kere, maka harus bisa tampil keren. Makin kiamatlah kalo si kere tidak tahu dirinya kere. (*)

Tulisan ini dibuat oleh: Abdulllah Muadz

Dear Allah,

Posted: 17 Februari 2010 in ruang katarsis

Rabb, kuatkan mujahidmu ini dlm dakwah

Kuatkan pijakan langkah di jalanMu

Kuatkan jasad dg RahmadMu

Kuatkan Ruh dg kecintaan hanya kepadaMu

Jadikanlah Alqur’an sbg penyejuk kalbu ini,

Sebagai cahaya jiwa ini, sebagai penerang kesusahan,

Pelepas duka cita atas segala kesedihan

Rabb, ijinkan aku hanya mengetuk pintuMu

Agar dpt menjalani hidup ini dg namaMu

Semua atas namaMu, hingga diri tetap terjaga dlm kebenaranMu

Krn cahaya kebenaranMu lebih terang dari sinar mentari

Rabb, jgn biarkan diri ini lelah menapaki jalanMu

Hingga kaki hamba menginjak surgaMu

Amin..

Mengistirahatkan hati

Posted: 17 Februari 2010 in ruang katarsis

Mengistirahatkan hati

Mengistirahatkan hati itu jauh lebih sulit dari pada mengistirahatkan mata

Padahal, hati yang lelah akan membuat jiwa menjadi sakit

Padahal, keterpelesetan hati itu jauh lebih berbahaya dari pada keterpelesetan kaki

Tuhan, aku terlalu bodoh untuk dapat membaca kebesaran-Mu

Bahkan aku selalu sibuk dengan derita yang kuciptakan sendiri

Hingga tak sempat aku merasakan kasih sayang-Mu

Ya Allah, Engkau adalah Rabbku

Tiada Illah yang berhak disembah kecuali Engkau

Engkaulah yang menciptakanku

Aku adalah HambaMu

Aku akan setia pada perjanjian dengan Mu semampuku

Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan apa yang kuperbuat

Aku mengakui nikmatMu yang diberikan kepadaku

Dan aku mengakui dosaku

Oleh karena itu ampunilah aku

Sesungguhnya tiada yg mengampuni dosa kecuali engkau

Berharap Tuhan Memapahku

Posted: 17 Februari 2010 in ruang katarsis


gontai, seperti jiwa tak bertuan,

Hilang, entah kemana perginya ruh.

Tubuh yang semakin lunglai terhisab fatamorgana dunia

Menghirup ikhlas yang seolah tak berujung

Dan berharap agar Tuhan Memapah tangan kecil ini

Tuhan, aku lapar akan cinta-Mu dan tak pernah kenyang

Aku haus akan cinta-Mu dan tak pernah puas

Duhai rinduku kepada Dia yang melihatku dan tak kulihat.

Jiwaku

Posted: 11 Februari 2010 in upgrade diri

jiwaku, engkau sudah menghabiskan sebagian besar langkah dan sudah sedemikian jauh menempuh perjalanan menuju Allah. karena itu, perjalanan tidak akan lama lagi berakhir dan yang tersisa tinggallah kemudahan. jadi, bersabarlah engkau!

jiwaku, janganlah engkau sia- siakan amal – amal shalihmu selama ini, begadangnya engkau sepanjang malam dan selama berhari – hari, rasa lelahmu selama bertahun – tahun janganlah engkau sia- siakan hanya dalam tempo sesaat. bersabarlah karena sesungguhnya sabar itu sebentar. karena itu, bersabarlah. sebab, cobaan itu laksana tamu. biasanya tamu tidak akan berlama – lama berada di rumah yang dikunjunginya. betapa indah pujian dan sanjungannya kepada tuan rumah yang dermawan. wahai kaki yang bersabar, teruslah beramal. tidak lama lagi pekerjaan akan selesai. ( pesan – pesan menggugah untuk pengemban dakwah )

Fastabiqul Fesbuk!

Posted: 28 Januari 2010 in coretan

Mensana in corpore sano, coment in sini ‘n coment in sono.

Mesem in sini ‘n mesem in sono sambil narsis lewat Photo.

Di tambah lagi dg update an status yg ga jelas maksud ‘n tujuannya,

Seakan wajib bagi kita utk mengumbar diri dimana mana. Bagian2 diri kita yg berharga dan terus di tuangkan kedalam sebuah pembagian kue kenangan berwujud maya, yg penting mah banyak yg ngasih koment! Sukur2 di kasih jempol, hehe…

Yup, biarkan berdalih menggunakan fb sebagai alat propaganda utk melawan yahudi. Beranggapan jk tdk bs berhenti ber-fb ria lalu menjadikannya sebagai sarana utk bertukar info tentang negeri palestina ato negeri muslim yg lain. Dg asumsi bahwa toh kita tdk meng-klik iklan yg ada di fb, jd kita ( merasa ) tdk ikut menyumbang dlm penyumbangan dana ke zionis. Keren! Tutup terus tuh telinga! Asal tahu aja, nggak ada hubungannya antara nge-klik iklan yg ada dg keuntungan fb dlm memperoleh pemasukan iklan. Iklan itu di pasang atas dasar lalu lintas dan keaktifan para pengguna FB! Jd biarkanlah kalian utk terus saja bernarsis ria sambil merasa tdk membantu yahudi dg beraktif aktif dakwah berdarah di fb! Haha….